Medan

Mahasiswi FIB USU Ditemukan Meninggal di Kos, Begini Kronologi Penemuannya

Foto: Dok. Universitas Sumatera Utara

MEDAN – Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Minggu (27/9/2026).

Peristiwa tersebut diketahui setelah sejumlah teman korban merasa khawatir lantaran tidak mendapat respons ketika mencoba menghubunginya.

Kepala Lingkungan VI Kelurahan Padang Bulan, Putra, mengatakan rekan-rekan korban kemudian mendatangi tempat kos untuk memastikan kondisi mahasiswi tersebut.

Setibanya di lokasi, mereka terlebih dahulu meminta bantuan pemilik kos dan mencoba memanggil korban dari luar kamar. Namun, tidak ada respons dari dalam.

Kamar Korban Kemudian Dibuka

Karena korban tetap tidak memberikan jawaban, teman-temannya kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada kepala lingkungan setempat.

Setelah mendapat izin, kamar korban akhirnya dibuka secara paksa untuk mengetahui kondisi di dalam.

“Itulah kawannya mendatangi pemilik kos. Suruh panggil langsung. Dipanggil langsung pun tak keluar. Terakhirnya, ya, inisiatif lapor ke saya, izin dobrak kan,” ujar Putra saat dihubungi iNewsMedan.id, Senin (28/9/2026).

Saat kamar diperiksa, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Putra menyebut jenazah kemudian dibawa ke rumah duka.

“Saat ditemukan, posisinya memang sudah tergantung di kamar mandi dalam kamarnya. Badannya membiru. Jenazah sudah dibawa ke rumah duka,” katanya.

Dugaan Bunuh Diri Masih Perlu Penanganan Lebih Lanjut

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian karena korban diduga meninggal akibat bunuh diri. Namun, penyebab pasti kematian dan rangkaian kejadian yang melatarbelakanginya tetap menjadi ranah penyelidikan pihak berwenang.

Selain dugaan bunuh diri, muncul pula informasi mengenai dugaan perundungan (bullying) yang disebut pernah dialami korban. Informasi tersebut perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan kaitannya dengan peristiwa meninggalnya korban.

Hingga kini, penanganan kasus tersebut menjadi perhatian, termasuk untuk mengungkap kondisi dan peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Pemberitaan mengenai dugaan bunuh diri sebaiknya tidak disertai detail metode secara berlebihan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan dari orang tepercaya atau layanan kesehatan/keadaan darurat setempat.

Sumber: iNews Medan

Tinggalkan komentar