Medanlia
Beranda Wisata Jangan Pulang Dulu! Ini 9 Oleh-Oleh Khas Medan yang Wajib Diburu

Jangan Pulang Dulu! Ini 9 Oleh-Oleh Khas Medan yang Wajib Diburu

Oleh-Oleh Khas Medan (Foto: TripZilla Indonesia)

Medanlia Berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, belum terasa lengkap jika belum membawa pulang buah tangan. Kota ini tidak hanya menawarkan beragam destinasi wisata, tetapi juga memiliki banyak pilihan oleh-oleh yang bisa dibawa untuk keluarga maupun teman.

Pilihan oleh-oleh dari Medan cukup beragam. Ada makanan manis seperti bolu dan bika ambon, camilan gurih, olahan buah, kopi khas daerah, hingga kerajinan yang memiliki nilai budaya seperti kain ulos.

Bagi kamu yang sedang merencanakan perjalanan ke Medan dan masih bingung menentukan buah tangan, berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.

1. Bolu Meranti

Bolu Meranti menjadi salah satu nama yang paling mudah diingat ketika membicarakan oleh-oleh dari Medan. Kue berbentuk gulung ini dikenal dengan teksturnya yang lembut serta pilihan isian yang beragam.

Varian rasanya juga cukup banyak, mulai dari keju, cokelat, stroberi hingga pilihan lainnya. Karena praktis dibawa dalam perjalanan, bolu ini sering menjadi pilihan wisatawan untuk diberikan kepada keluarga atau kerabat.

Popularitas Bolu Meranti bermula dari usaha rumahan yang kemudian berkembang menjadi salah satu produk kuliner yang identik dengan Medan.

2. Bika Ambon

Jangan terkecoh dengan namanya. Meski menggunakan kata “Ambon”, bika ambon justru sangat lekat dengan kuliner Kota Medan.

Kue ini memiliki tekstur berongga dengan cita rasa manis dan aroma khas. Salah satu tempat yang cukup dikenal wisatawan adalah Bika Ambon Zulaikha.

Bika ambon cocok menjadi oleh-oleh karena tersedia dalam berbagai ukuran sehingga pembeli dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.

3. Olahan Durian

Bagi pencinta durian, Medan juga memiliki banyak pilihan produk berbahan dasar buah tersebut.

Durian dapat dinikmati dalam bentuk buah segar maupun berbagai produk olahan yang lebih mudah dibawa. Salah satu yang populer adalah pancake durian.

Selain pancake, wisatawan juga dapat menemukan berbagai olahan lain seperti kinca, es krim, hingga makanan ringan dengan cita rasa durian.

Pilihan olahan tersebut menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin membawa aroma dan rasa durian Sumatera Utara tanpa harus membawa buah utuh selama perjalanan.

4. Sirup Markisa

Markisa juga menjadi salah satu buah yang cukup identik dengan Sumatera Utara. Buah dengan rasa manis dan asam tersebut banyak diolah menjadi minuman sirup.

Sirup markisa bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh dengan daya simpan lebih lama dibandingkan makanan segar.

Biasanya, produk ini dikemas dalam botol sehingga relatif mudah disimpan dan diberikan kepada keluarga setelah sampai di rumah.

Rasa markisa yang khas juga membuat sirup ini berbeda dari minuman kemasan biasa.

5. Teri Medan

Oleh-oleh dari Medan tidak melulu berupa makanan manis. Ada pula pilihan gurih seperti teri Medan.

Teri Medan atau teri nasi biasanya dijual dalam berbagai bentuk olahan. Rasanya yang gurih membuat bahan makanan ini cocok digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan.

Bagi wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah, teri Medan bisa menjadi pilihan karena dapat diolah kembali menjadi berbagai menu makanan.

Produk ini juga relatif mudah ditemukan di toko oleh-oleh maupun pusat penjualan makanan khas Sumatera Utara.

6. Kacang Sihobuk

Kacang Sihobuk merupakan salah satu camilan yang berasal dari kawasan Batak. Namanya diambil dari Desa Sihobuk, Tapanuli Utara.

Salah satu hal yang membuat kacang ini menarik adalah proses pengolahannya. Kacang disangrai menggunakan pasir sehingga menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas.

Kacang Sihobuk kemudian berkembang menjadi salah satu camilan yang banyak dibawa wisatawan sebagai buah tangan.

Bentuknya yang sederhana dan praktis membuat makanan ini cocok diberikan kepada banyak orang setelah perjalanan.

7. Kopi Sidikalang

Untuk pencinta kopi, membawa pulang Kopi Sidikalang bisa menjadi pilihan menarik.

Kopi ini berasal dari kawasan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kopi dari daerah tersebut dikenal memiliki karakter rasa tersendiri dan tersedia dalam jenis arabika maupun robusta.

Kopi juga memiliki keunggulan sebagai oleh-oleh karena dapat disimpan dalam waktu relatif lama jika dikemas dengan baik.

Wisatawan bisa memilih kopi dalam bentuk biji maupun bubuk sesuai dengan kebiasaan saat menikmatinya.

Secangkir Kopi Sidikalang di rumah bisa menjadi pengingat perjalanan setelah kembali dari Sumatera Utara.

8. Lemang

Lemang merupakan makanan berbahan dasar beras ketan yang dicampur dengan santan. Makanan ini memiliki tekstur yang berbeda dari lontong meski sama-sama berbentuk memanjang.

Proses pembuatannya juga menjadi daya tarik tersendiri. Adonan ketan dan santan dimasukkan ke dalam bambu kemudian dimasak dengan cara dibakar.

Rasa gurih dari santan berpadu dengan aroma khas proses pembakaran sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda.

Lemang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang makanan tradisional dengan karakter rasa yang kuat.

9. Kain Ulos

Jika ingin membawa pulang oleh-oleh yang tidak berupa makanan, kain ulos patut dipertimbangkan.

Ulos merupakan kain tradisional yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Batak. Kain ini bukan hanya memiliki fungsi sebagai pakaian, tetapi juga mempunyai nilai simbolik dalam berbagai tradisi.

Ulos dibuat melalui proses tenun dan memiliki beragam jenis serta motif. Karena memiliki konteks budaya tertentu, wisatawan yang membeli ulos dapat sekaligus mempelajari makna dari kain yang dipilih.

Kini ulos juga tidak selalu hadir dalam bentuk kain tradisional. Motifnya telah digunakan pada berbagai produk modern seperti tas, pakaian, dompet hingga sejumlah kerajinan.

Pilih Oleh-Oleh Sesuai Kebutuhan

Banyaknya pilihan membuat wisatawan dapat menentukan buah tangan berdasarkan kebutuhan.

Kalau mencari makanan manis, bolu Meranti dan bika ambon bisa masuk daftar. Penggemar durian dapat memilih pancake atau olahan durian, sementara pencinta makanan gurih dapat mempertimbangkan teri Medan, kacang Sihobuk, atau lemang.

Untuk oleh-oleh yang lebih tahan lama, kopi Sidikalang dan sirup markisa dapat menjadi alternatif. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu yang memiliki unsur budaya, ulos merupakan pilihan yang menarik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemasan dan daya tahan produk, terutama jika perjalanan pulang cukup jauh. Pilih oleh-oleh yang kondisinya tetap baik selama perjalanan agar bisa sampai ke tangan penerima dengan kualitas yang terjaga.

Buah Tangan yang Membawa Cerita dari Sumatera Utara

Medan menawarkan lebih dari sekadar kuliner. Berbagai produk yang dijual sebagai oleh-oleh juga menggambarkan keragaman budaya dan hasil bumi Sumatera Utara.

Dari bolu dan bika ambon, cita rasa manis menjadi bagian dari perjalanan. Dari kopi Sidikalang dan olahan markisa, wisatawan dapat membawa pulang karakter hasil bumi daerah. Sementara ulos menghadirkan sisi budaya yang tidak bisa ditemukan pada oleh-oleh biasa.

Jadi, jika kamu berkunjung ke Medan, jangan hanya pulang membawa foto dari tempat wisata. Sisihkan ruang di tas untuk membawa buah tangan khas Medan yang bisa menjadi kenangan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Sumatera Utara kepada orang-orang di rumah.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RajaBackLink.com

Iklan