Medanlia – Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga menjadi korban pengeroyokan viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr Mansyur, Kota Medan.
Dalam video yang beredar, korban tampak mengalami persoalan terkait lapak tempat berjualan. Ia diduga kemudian dianiaya oleh beberapa pria setelah terjadi perselisihan mengenai uang yang diminta untuk lapak tersebut.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Medan Baru dan kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Video Dugaan Pengeroyokan Viral di Media Sosial
Video tersebut memperlihatkan seorang pedagang perempuan yang menceritakan persoalan yang dialaminya saat berjualan di kawasan depan USU.
Dalam rekaman yang beredar, perempuan tersebut mengeluhkan adanya pihak yang meminta uang berkaitan dengan tempat berjualan. Persoalan kemudian disebut berkembang menjadi keributan.
Korban yang disebut bernama Yusmadi diduga menjadi sasaran kekerasan setelah tidak memberikan uang yang diminta.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian menyebar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.
Korban Disebut Dikeroyok Tiga Orang
Berdasarkan informasi yang beredar, Yusmadi diduga dikeroyok oleh tiga orang. Pengeroyokan tersebut disebut terjadi setelah adanya perselisihan mengenai pembayaran uang lapak.
Dalam video yang beredar, korban disebut mengalami luka di beberapa bagian tubuh akibat dugaan penganiayaan tersebut.
Namun, mengenai kronologi lengkap dan penyebab pasti terjadinya kekerasan, polisi masih melakukan penyelidikan. Keterangan yang beredar di media sosial juga masih perlu dicocokkan dengan hasil pemeriksaan saksi dan bukti yang dimiliki penyidik.
Polisi Sudah Menerima Laporan Korban
Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Laporan tersebut telah diterima oleh Polsek Medan Baru dan menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi belum menyimpulkan siapa saja yang bertanggung jawab atas dugaan pengeroyokan tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Sejumlah Saksi Akan Diperiksa
Dalam tahap penyelidikan, polisi berencana memanggil sejumlah saksi yang mengetahui ataupun berada di sekitar lokasi ketika peristiwa terjadi.
Pemeriksaan saksi diperlukan untuk mencocokkan informasi yang muncul dalam video dengan kejadian sebenarnya. Polisi juga akan mendalami hubungan antara persoalan uang lapak dengan dugaan penganiayaan yang dialami korban.
Dengan proses tersebut, penyidik diharapkan dapat mengetahui bagaimana awal perselisihan, siapa saja yang berada di lokasi, serta tindakan apa yang terjadi terhadap korban.
Persoalan Uang Lapak Masih Didalami
Dugaan bahwa pengeroyokan terjadi karena korban tidak membayar uang lapak masih menjadi bagian dari informasi yang harus didalami.
Polisi belum menyatakan bahwa persoalan tersebut telah terbukti menjadi motif penganiayaan. Karena itu, informasi mengenai pungutan atau permintaan uang kepada pedagang perlu menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang ramai dengan aktivitas mahasiswa, pedagang, dan pengguna jalan. Penanganan perkara juga diperlukan untuk memastikan keamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jalan Dr Mansyur.
Untuk saat ini, laporan korban telah diterima Polsek Medan Baru dan proses penyelidikan masih berjalan. Polisi akan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan informasi lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.