Medanlia
Beranda Berita Salut! Maba Unpad Tolak Bantuan KDM demi Mahasiswa yang Lebih Membutuhkan

Salut! Maba Unpad Tolak Bantuan KDM demi Mahasiswa yang Lebih Membutuhkan

Foto: YouTube Unpad/Dinara Alivi Kinesya

Medanlia Ada momen menarik dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Stadion Jati Padjadjaran, Kampus Jatinangor, pada Senin (10/8/2026).

Seorang mahasiswa baru bernama Dinara Alivi Kinesya atau Livi justru menolak bantuan yang hendak diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Bukan karena tidak membutuhkan, Livi memilih agar bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa lain yang kondisinya lebih membutuhkan.

Maba Unpad Tolak Bantuan KDM

Momen tersebut terjadi ketika KDM mengajak Livi untuk maju ke atas panggung dalam sesi interaksi bersama mahasiswa baru. KDM kemudian menanyakan biaya kos yang harus dikeluarkan Livi selama satu tahun.

Livi menjelaskan bahwa biaya kosnya mencapai Rp13 juta per tahun dan sudah dibayarkan. Mendengar hal tersebut, KDM awalnya berniat memberikan bantuan untuk biaya kos Livi selama satu tahun ke depan.

Namun, Livi justru menolak tawaran tersebut dengan sopan. Mahasiswa lulusan SMA Yaspen Tugu Ibu 1 Depok itu mengatakan dirinya masuk Unpad melalui jalur mandiri atau SMUP sehingga merasa masih ada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan bantuan.

“(Kalau) mau dibantu juga, ini saya anak SMUP, Pak. Saya anak dari (jalur) mandiri. Maksudnya ya kalau Bapak emang mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantu, Pak,” ujar Livi seperti dikutip dari YouTube Unpad.

Jawaban tersebut langsung mendapat sambutan dari mahasiswa lain yang hadir. KDM juga memberikan apresiasi terhadap sikap Livi yang memilih tidak mengambil bantuan dan justru memikirkan kondisi teman-temannya.

KDM Puji Sikap Livi

KDM kemudian memuji Livi karena dianggap memiliki kepedulian terhadap mahasiswa lain yang membutuhkan bantuan lebih besar.

“Oh iya keren. Tapi kamu hebat. Tadinya aku mau bayarin kos kamu selama 1 tahun ke depan. Kamu tidak bersedia, kan? Ini orang kaya yang kaya. Karena banyak orang kaya yang miskin. Sudah banyak, tapi masih mengambil hak orang lain,” ujar KDM.

Setelah Livi menolak bantuan tersebut, KDM kemudian mempersilakannya untuk mencari mahasiswa baru lain yang memang membutuhkan dukungan biaya selama menempuh pendidikan di Unpad.

Livi kemudian bertanya kepada mahasiswa yang hadir apakah ada di antara mereka yang merupakan penerima KIP atau sedang mengalami kesulitan finansial.

Beberapa mahasiswa kemudian mengangkat tangan dan maju ke depan panggung untuk menceritakan kondisi masing-masing.

Keisa Ceritakan Kondisi Ekonomi Keluarga

Salah satu mahasiswa yang maju adalah Keisa dari Leles, Garut. Ia menceritakan kondisi keluarganya yang cukup berat.

Keisa merupakan anak dari seorang ibu yang berstatus single parent. Setelah orang tuanya bercerai, sang ayah disebut tidak lagi bertanggung jawab terhadap kebutuhan keluarga.

Keisa sebelumnya tinggal bersama neneknya. Namun, sang nenek kemudian meninggal dunia sehingga ia harus tinggal bersama saudara. Kondisi tersebut membuatnya merasa sungkan dan tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Sementara itu, ibunya harus bekerja di luar kota sebagai pelayan restoran untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai dua adiknya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Keisa tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia mengatakan ingin memperbaiki kehidupannya sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu mencapai cita-cita.

“Aku tuh pengin ngebuktiin aja gitu ke saudara-saudaraku yang sudah zalim ke aku,” kata Keisa.

Mahasiswa jurusan administrasi pemerintahan tersebut kemudian menjelaskan bahwa uang yang diterimanya setiap bulan juga tidak menentu. Ibunya harus membagi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan Keisa sekaligus kedua adiknya.

“Sebulan Rp 550.000, dikali 12, jadi Rp 6 juta. Aku bayar bulanan. Soalnya mamaku enggak punya uang segitu untuk setahun. Makan sekali (sehari). Jarang makan,” ujar Keisa.

Saat ditanya mengenai kondisi keuangannya ketika itu, Keisa mengatakan uang yang tersisa hanya sekitar Rp81 ribu.

“Sekarang sisa uangku Rp 81 ribu. Masih ada buat makan. (Buat bulan depan) belum tahu,” imbuhnya.

KDM Berikan Bantuan Kuliah dan Kos

Mendengar cerita Keisa, KDM kemudian memutuskan memberikan bantuan untuk meringankan beban mahasiswa tersebut.

KDM memberikan bantuan biaya kos selama dua tahun. Selain itu, biaya kuliah Keisa selama lima semester juga dibantu.

Dalam kesempatan tersebut, KDM bahkan memberikan sebuah syarat yang disampaikan dengan nada bercanda, yakni bantuan akan dihentikan apabila Keisa sudah memiliki pacar.

“Aku bantu. Dengan satu catatan begitu kamu punya pacar langsung berhenti bantuan. Aku bantu 5 semester. Tapi begitu kamu punya pacar, bantuan aku berhenti. Sanggup gak?” tanya KDM.

Keisa kemudian menyanggupi persyaratan tersebut.

“Iya, iya, sanggup. Sanggup,” jawabnya.

Keisa pun menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Makasih bapak,” pungkas Keisa.

Beberapa Maba Lain Juga Mendapat Bantuan

Bantuan tidak hanya diberikan kepada Keisa. Sejumlah mahasiswa baru lain juga mendapat bantuan setelah menyampaikan persoalan ekonomi yang mereka hadapi.

Salah satunya adalah mahasiswa lulusan Sukabumi yang memiliki kendala dalam membayar biaya tempat tinggal. Ia harus membayar biaya kos sekitar Rp500 ribu per bulan dengan sistem pembayaran secara bertahap.

KDM kemudian memberikan bantuan untuk kebutuhan tersebut.

Mahasiswa baru lainnya yang berasal dari Lampung dan Kuningan juga mendapatkan bantuan. Dukungan yang diberikan berupa biaya pendidikan selama lima semester serta biaya kos selama dua tahun.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam kegiatan PKKMB Unpad. Sikap Livi yang memilih mengalihkan kesempatan bantuan kepada mahasiswa lain menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat muncul bahkan di tengah situasi ketika seseorang sebenarnya juga memiliki kebutuhan.

Bagi Livi, bantuan tersebut dinilai lebih tepat diberikan kepada mahasiswa yang menghadapi kesulitan ekonomi lebih berat. Keputusannya pun akhirnya membuka kesempatan bagi beberapa mahasiswa lain untuk mendapatkan dukungan dalam melanjutkan pendidikan mereka di Unpad.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RajaBackLink.com

Iklan