DJ Xylos Buktikan Keterbatasan Bukan Batas untuk Membangun Masa Depan
Medanlia – Kehidupan tanpa listrik dan internet di masa kecil tidak membuat DJ Xylos berhenti membayangkan masa depan. Pemilik nama asli Chandra Hendrawan (25) itu justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai salah satu alasan untuk terus belajar, bekerja, dan mencari peluang hingga akhirnya membangun kehidupan sebagai ASN, mahasiswa, sekaligus DJ di Bali.
Perjalanan Xylos bermula dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, tempat ia menghabiskan masa kecil bersama ayahnya yang bekerja sebagai tukang kayu. Mereka tinggal di sebuah kamar kayu sederhana di atas bukit yang dikelilingi hutan. Jauh dari berbagai fasilitas yang kini mudah ditemukan, kehidupan sehari-hari dijalani tanpa listrik maupun internet.
Untuk mendapatkan air, ia harus berjalan menuju sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal. Ketika berangkat sekolah, perjalanan sekitar 35 menit hingga satu jam harus ditempuh dengan berjalan kaki. Bagi Xylos, kondisi tersebut merupakan bagian dari keseharian yang sejak kecil mengajarkannya tentang kemandirian.
Latar belakang keluarga juga membuatnya menyadari bahwa banyak hal tentang masa depan harus dipelajari sendiri. Kedua orang tuanya tidak pernah mengenyam pendidikan formal, sehingga Chandra terbiasa mencari informasi mengenai sekolah dan berbagai pilihan hidup secara mandiri.
“Orang tua saya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak banyak mengajarkan tentang perencanaan masa depan. Karena itu saya belajar mencari tahu semuanya sendiri,” ujarnya.
Kesadaran tersebut membuat pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam kehidupannya. Sejak berusia 16 tahun, ia mengaku sudah tidak lagi meminta uang kepada kedua orang tuanya. Ketika memasuki jenjang SMA, ia memilih sekolah yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara agar tidak menambah beban ekonomi keluarga.
“Dari dulu saya berpikir, kalau ingin mengubah hidup, saya harus belajar. Tidak ada jalan lain,” katanya.
Setelah menyelesaikan SMA pada 2021, Chandra kemudian mengambil keputusan untuk merantau ke Bali. Ia datang dengan tujuan membangun kehidupan yang lebih baik melalui pekerjaan sekaligus pendidikan.
Kehidupan sebagai perantau tidak langsung memberikan kemudahan. Dengan penghasilan yang saat itu masih di bawah upah minimum, ia tetap menjalani pekerjaan sambil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selama beberapa tahun, dua aktivitas tersebut berjalan bersamaan.
Proses tersebut akhirnya membawa hasil. Pada 2024, Chandra berhasil menjadi ASN PPPK. Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan S1 dan melanjutkan studi S2. Pada 2026, ia kembali mengambil program S1 di bidang lain.
Bagi Chandra, pencapaian akademik tersebut bukan alasan untuk berhenti belajar.
“Satu-satunya hal yang membuat saya kecanduan adalah belajar,” ungkapnya.
Di luar pekerjaan dan pendidikan, perjalanan di Bali juga mempertemukannya dengan dunia musik. Chandra kemudian menggunakan nama panggung DJ Xylos dan mulai serius mengembangkan passion di bidang musik elektronik.
Nama Xylos memiliki hubungan dengan masa kecil dan keluarganya. Diambil dari kata Yunani “xylo” yang berarti kayu, nama tersebut menjadi penghormatan kepada ayahnya yang bekerja sebagai tukang kayu.
“Xylos bukan sekadar nama panggung. Nama itu mengingatkan saya pada asal-usul, perjuangan, dan kerja keras ayah yang membawa saya sampai di titik ini,” jelasnya.
Karier sebagai DJ kemudian dibangun secara bertahap. Xylos banyak belajar dari DJ senior Oman Bean, termasuk mengenai industri hiburan, membangun relasi, memahami karakter audiens, dan menjaga profesionalitas.
Dalam beberapa waktu terakhir, pengalaman tampilnya semakin beragam. Xylos tercatat tampil di Avera Bali Nightclub dan menjadi bagian dari Thank God It’s Festival (TGIF) Bali di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam rangkaian kegiatan bersama Indosat.
Selain itu, ia juga mendapat kesempatan mengisi berbagai acara seperti wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga perayaan ulang tahun.
Beragamnya jenis acara tersebut membuat Xylos harus mampu menyesuaikan penampilan dengan suasana dan karakter audiens. Baginya, setiap panggung merupakan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru.
“Setiap event punya karakter yang berbeda. Kalau di nightclub mungkin energinya lebih tinggi, sementara wedding, private party, atau running event punya suasana yang berbeda. Buat saya justru itu yang membuat perjalanan sebagai DJ menjadi menarik karena selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” tuturnya.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Xylos dalam membangun karier di industri entertainment Bali. Ia tidak membatasi diri hanya pada satu jenis acara karena setiap format memberikan pengalaman yang berbeda.
Namun, di balik aktivitasnya sebagai DJ, pekerjaan sebagai ASN dan pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia harus membagi waktu antara tanggung jawab profesional, perkuliahan, dan berbagai kesempatan tampil.
Bagi Xylos, menjalani beberapa bidang sekaligus merupakan konsekuensi dari pilihan yang dibuatnya. Ia tidak ingin meninggalkan pendidikan hanya karena sudah memiliki pekerjaan, begitu pula tidak ingin berhenti mengembangkan passion hanya karena memiliki tanggung jawab profesional.
Pengalaman hidup sejak kecil membuatnya terbiasa menjalani proses yang panjang. Ia pernah berada dalam kondisi ketika fasilitas dasar pun terbatas, tetapi tetap memiliki keinginan untuk mendapatkan pendidikan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Kini, keadaan tersebut telah berubah. Dari seorang anak yang berjalan kaki menuju sekolah di pedalaman Maluku, Xylos kini menjalani kehidupan di Bali sebagai ASN, mahasiswa, dan DJ yang mulai mendapatkan berbagai kesempatan tampil.
Perubahan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Ada proses bekerja sambil kuliah, mengambil keputusan sendiri sejak usia muda, merantau, menyelesaikan pendidikan, dan terus mencari pengalaman baru.
Karena itu, Xylos tidak melihat keterbatasan masa lalu sebagai sesuatu yang harus disesali. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk cara berpikir dan bekerja hingga sekarang.
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki titik awal yang berbeda. Ada yang memulai dengan berbagai fasilitas, sementara sebagian lainnya harus membangun semuanya secara perlahan. Namun, kondisi awal tersebut menurutnya tidak harus menentukan bagaimana seseorang menjalani masa depannya.
“Gapapa masa muda saya tidak seperti orang lain pada umumnya. Yang penting saya terus bergerak maju. Saya percaya hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” ujarnya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Xylos memilih untuk terus mengambil kesempatan yang datang. Ketika ada kesempatan belajar, ia menjalaninya. Ketika ada kesempatan bekerja, ia berusaha menjalankan tanggung jawabnya. Begitu pula ketika ada kesempatan tampil sebagai DJ, ia menjadikannya sebagai ruang untuk berkembang.
Di dunia musik, ia juga tidak menganggap pencapaian yang sudah diperoleh sebagai tujuan akhir. Pengalaman tampil di berbagai venue dan event justru menjadi dasar untuk terus belajar mengenai industri entertainment.
Bagi Xylos, menjadi DJ bukan hanya tentang tampil di depan audiens. Ada proses memahami musik, membaca suasana, membangun relasi, menjaga profesionalitas, dan memberikan penampilan yang sesuai dengan karakter acara.
Hal tersebut menjadi semakin relevan karena pengalaman tampilnya kini mencakup berbagai jenis event. Dari nightclub dan festival hingga wedding after party, private party di sailing boat, running event, dan perayaan ulang tahun, masing-masing memberikan tantangan tersendiri.
Di luar musik, ia juga tetap melanjutkan pendidikan dan menjalankan pekerjaan sebagai ASN. Tiga aktivitas tersebut menjadi bagian dari kehidupannya saat ini dan sekaligus mencerminkan prinsip yang telah dibangun sejak kecil untuk terus belajar dan tidak bergantung pada keadaan.
Xylos berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan perspektif bagi anak muda yang sedang menghadapi keterbatasan. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memulai dari kondisi yang ideal, tetapi setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.
Ia juga berharap apa yang dibangunnya dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga. Karena sejak awal, pendidikan dan pekerjaan tidak hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi keluarga.
Perjalanan tersebut membuat nama DJ Xylos memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar identitas di dunia musik. Ada perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, perantauan, dan berbagai pengalaman yang membentuk sosok di balik nama tersebut.
Dari kehidupan sederhana di Kepulauan Sula, ia kemudian merantau ke Bali dan mulai membangun kehidupannya sendiri. Di kota tersebut, ia menyelesaikan pendidikan, mendapatkan pekerjaan sebagai ASN, dan menemukan ruang untuk mengembangkan passion di dunia musik.
Kini, berbagai kesempatan tampil yang diperoleh Xylos menjadi bagian baru dari perjalanan tersebut. Avera Bali Nightclub, TGIF Bali di GWK bersama Indosat, wedding after party, private party di sailing boat, event running, dan berbagai perayaan menjadi pengalaman yang terus memperluas jejaring dan kemampuannya.
Namun, perjalanan itu belum selesai. Ia masih ingin terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman langsung di dunia profesional dan industri musik.
Bagi Xylos, masa lalu tidak perlu dilupakan untuk bisa melangkah maju. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat tentang sejauh mana seseorang telah berjalan.
Dari kehidupan tanpa listrik dan internet hingga berbagai panggung di Bali, perjalanan DJ Xylos menunjukkan bahwa keterbatasan dapat menjadi bagian dari cerita awal, tetapi tidak harus menjadi batas akhir.
Kini, ia memilih untuk terus bekerja, belajar, dan berkarya dengan harapan dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.
Dan bagi Xylos, selama masih ada kemauan untuk belajar dan keberanian untuk terus melangkah, selalu ada kemungkinan untuk mengubah arah kehidupan.












