SURABAYA – Beasiswa, kompetisi, program pertukaran pelajar, dan berbagai kegiatan pengembangan diri menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman selama kuliah. Namun, menemukan informasi yang relevan dan mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi sering kali membutuhkan waktu, strategi, serta sumber belajar yang tepat. Melihat kebutuhan tersebut, MabaPath hadir sebagai startup pendidikan yang berfokus pada pendampingan dan pengembangan mahasiswa Indonesia.
MabaPath dikembangkan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi berbagai peluang selama masa perkuliahan, mulai dari beasiswa, kompetisi, organisasi, kepemimpinan, student exchange, personal branding, hingga pengembangan karier. Melalui materi edukasi dan inisiatif pendampingan, MabaPath berupaya menghadirkan sumber belajar yang lebih terarah bagi mahasiswa dengan kebutuhan dan tujuan yang beragam.
Startup ini didirikan oleh Reza Nafi Rizqi Musyaffa, yang akrab disapa Afa, mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR). Dalam pengembangannya, Afa bekerja bersama Moch. Bryan Rama Kusuma, co-founder lainnya, serta mentor dari jaringan yang mereka miliki untuk membangun fondasi MabaPath sebagai ekosistem pengembangan mahasiswa.
Menjawab Kebutuhan Pengembangan Mahasiswa
Masa kuliah merupakan periode ketika mahasiswa dapat mengeksplorasi berbagai peluang di luar kegiatan akademik. Mereka dapat mengikuti kompetisi, mendaftar beasiswa, terlibat dalam organisasi, atau mencoba program pertukaran pelajar untuk memperluas pengalaman.
Namun, setiap peluang memiliki persyaratan dan proses persiapan yang berbeda. Mahasiswa perlu memahami ketentuan program, menyusun dokumen yang dibutuhkan, mengembangkan keterampilan, serta menentukan prioritas berdasarkan tujuan masing-masing.
MabaPath dikembangkan dengan fokus pada kebutuhan tersebut. Platform ini berupaya membantu mahasiswa memahami peluang yang tersedia sekaligus mempersiapkan diri melalui sumber belajar dan pendampingan yang relevan.
Pendekatan ini tidak hanya menempatkan beasiswa sebagai tujuan akhir, tetapi juga melihat pengembangan kompetensi sebagai bagian penting dari perjalanan mahasiswa. Pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, keterampilan analitis, dan kepemimpinan dapat menjadi aspek yang dikembangkan seiring dengan persiapan akademik.
Mencakup Beasiswa, Kompetisi, hingga Pengembangan Karier
Salah satu fokus MabaPath adalah menyediakan dukungan bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan beasiswa. Proses tersebut dapat melibatkan pemahaman terhadap persyaratan, penyusunan esai, persiapan wawancara, dan evaluasi kesiapan diri.
Selain beasiswa, MabaPath juga mencakup pengembangan mahasiswa dalam bidang kompetisi. Mahasiswa yang mengikuti kompetisi bisnis atau kegiatan berbasis proyek membutuhkan pemahaman terhadap masalah, kemampuan menyusun gagasan, serta keterampilan menyampaikan solusi secara sistematis.
Bidang organisasi dan kepemimpinan menjadi bagian lain dari cakupan pengembangan tersebut. Keterlibatan dalam organisasi dapat memberikan kesempatan untuk berlatih bekerja dalam tim, mengelola tanggung jawab, dan mengambil keputusan bersama.
Sementara itu, student exchange dan pengembangan karier membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif serta mempersiapkan langkah setelah lulus. Personal branding juga menjadi salah satu topik yang relevan untuk membantu mahasiswa mengomunikasikan pengalaman dan kompetensi mereka secara lebih jelas.
Melalui berbagai bidang tersebut, MabaPath berupaya mendukung mahasiswa dalam mengenali potensi dan menentukan jalur pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Mengembangkan Sumber Belajar yang Praktis
Pengembangan materi edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem MabaPath. Mahasiswa membutuhkan sumber belajar yang tidak hanya memberikan informasi umum, tetapi juga membantu mereka memahami langkah-langkah persiapan secara lebih terstruktur.
Afa sendiri telah mengembangkan lebih dari 30 e-book dan modul edukasi yang membahas persiapan beasiswa, pertanyaan wawancara, latihan UKBI, kompetisi bisnis, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan akademik dan produktivitas.
Materi digital memungkinkan informasi dikemas menjadi referensi belajar mandiri. Sebagai contoh, kumpulan pertanyaan wawancara dapat membantu mahasiswa berlatih mengidentifikasi pengalaman yang relevan dan menyusun jawaban berdasarkan kondisi mereka sendiri.
Namun, materi edukasi tetap berfungsi sebagai alat bantu. Hasil seleksi beasiswa atau kompetisi bergantung pada berbagai faktor, termasuk kesiapan peserta, kualitas aplikasi, kesesuaian dengan persyaratan, dan proses penilaian penyelenggara.
Karena itu, sumber belajar perlu diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat persiapan, bukan sebagai jaminan keberhasilan.
Kolaborasi Tim dan Dukungan Mentor
Pengembangan MabaPath tidak hanya bertumpu pada satu individu. Dalam menjalankan inisiatifnya, Afa bekerja bersama Bryan dan co-founder lainnya untuk mengembangkan arah serta operasional startup.
Kolaborasi menjadi penting karena pengembangan startup pendidikan melibatkan berbagai kebutuhan, mulai dari perencanaan program dan pengembangan materi hingga pengelolaan tim serta komunikasi dengan pengguna.
Selain tim inti, mentor juga menjadi bagian dari pendekatan pengembangan MabaPath. Pengalaman dan pengetahuan mentor dapat membantu mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih spesifik sesuai dengan bidang yang sedang mereka persiapkan.
Mahasiswa yang menghadapi proses seleksi, misalnya, dapat membutuhkan arahan yang berbeda berdasarkan pengalaman, tujuan, dan tingkat kesiapan mereka. Pendampingan dapat membantu mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki serta menyusun langkah persiapan yang lebih realistis.
Kolaborasi antara founder, co-founder, tim, dan mentor menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Keberlanjutan pendekatan tersebut tetap membutuhkan koordinasi yang baik, evaluasi kualitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna.
Berangkat dari Pengalaman di Dunia Mahasiswa
Pengembangan MabaPath berkaitan dengan perjalanan Afa dalam berbagai aktivitas akademik dan organisasi. Ia merupakan penerima Beasiswa Unggulan 2024, Mahasiswa Berprestasi I FEB UNAIR 2024, dan Student of the Year FEB UNAIR 2025.
Afa juga mendirikan 180 Degrees Consulting UNAIR dan menjadi presiden pertamanya, serta pernah menjabat sebagai Market Research Manager di AIESEC in Surabaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya dalam mengeksplorasi bidang pengembangan mahasiswa, kepemimpinan, dan riset.
Di luar aktivitas organisasi, Afa membangun konten edukasi melalui akun Instagram @afa_rm yang memiliki lebih dari 13.000 pengikut. Topik yang dibagikan mencakup beasiswa, kompetisi, organisasi, kepemimpinan, pertukaran pelajar, dan pengembangan diri.
Pengalaman tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan MabaPath. Melalui startup ini, berbagai kebutuhan mahasiswa ditempatkan dalam satu cakupan yang lebih luas, yaitu membantu mereka mengenali peluang dan mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya.
Mengembangkan Ekosistem Pendidikan secara Berkelanjutan
Membangun startup pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Informasi dan persyaratan program dapat berubah, kebutuhan mahasiswa terus berkembang, dan setiap layanan perlu dievaluasi agar tetap relevan.
Bagi MabaPath, tantangan tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami pengguna, menjaga kualitas materi, mengembangkan program yang sesuai, serta membangun kolaborasi yang mendukung operasional.
Ke depan, pengembangan ekosistem ini dapat terus diarahkan pada kebutuhan mahasiswa yang ingin memperluas pengalaman selama kuliah. Sumber belajar, pendampingan, dan informasi mengenai peluang pendidikan dapat menjadi bagian dari proses tersebut, selama dikembangkan dengan memperhatikan relevansi dan kualitas.
Melalui kolaborasi antara Afa, Bryan, co-founder lainnya, dan para mentor, MabaPath terus mengeksplorasi pendekatan untuk mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia. Fokus utamanya adalah membantu mahasiswa memiliki akses terhadap sumber belajar dan arahan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai peluang pendidikan maupun pengembangan karier.
Dengan menempatkan kebutuhan mahasiswa sebagai fokus pengembangan, MabaPath berupaya menjadi bagian dari perjalanan generasi muda dalam mengenali potensi, membangun kompetensi, dan menentukan arah pengembangan diri selama masa perkuliahan.